SUMUT

NASIONAL

Cek Kesehatan Hewan Kurban, Disnakbun Batu Bara Kerahkan Puluhan Dokter

Kamis, 30 Juli 2020 | 17.11 WIB
Kali Dibaca |

Kepala Disnakbun ‎Kabupaten Batu Bara drh Emmy Oftini usai pemeriksaan hewan kurban di Lima Puluh.
Batu Bara, metrokampung.com
Sebanyak 38 ekor sapi kurban Pemkab Batu Bara yang akan didistribusikan ke 12 kecamatan se-Kabupaten Batu Bara dicek kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban dipusatkan di Lapangan Sepakbola, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kamis (30/7/2020) siang.

Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Batu Bara menurunkan puluhan dokter hewan serta petugas pemeriksa hewan kurban.

"Pemeriksaan hewan kurban secara serentak di lapangan Kelurahan Lima Puluh, selain untuk mendata dan mengetahui jumlah hewan kurban sekaligus mengecek kondisi fisik hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat (31/7/2020)", ujar Kepala Disnakbun ‎Kabupaten Batu Bara drh Emmy Oftini didampingi Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan Netta Peranginangin.

Setelah melakukan pemeriksaan secara cermat dan teliti, drh Emmy Oftini menyatakan seluruh hewan kurban sebanyak 38 ekor dinyatakan sehat dan layak menjadi kurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah/2020.

Dikatakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini juga bertujuan memberikan pedoman bagi petugas penyembelih dan menjamin ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi daging hewan qurban yang halal.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan kurban dalam situasi wabah Covid-19, diharuskan menjalankan protokol kesehatan dengan melakukan pembatasan di fasilitas pemotongan hewan qurban, pengaturan jarak minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan antara petugas pada saat melakukan aktivitas.

"Selain itu petugas penyembelih diharuskan memakai masker selama kegiatan pemotongan hewan kurban. Setiap orang yang masuk dan keluar diarea pemotongan hewan kurban disyaratkan harus mencuci tangan pakai sabun", ujar drh Emmy.

Diharapkan drh Emmy, setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung lainnya, dan memperhatikan etika batuk atau bersin atau meludah saat pelaksanaan pemotongan hingga pembagian kepada yang berhak.(rud/dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru