SUMUT

NASIONAL

Pencarian Jenazah Ponidi, Korban yang Hilang Diterkam Buaya Hingga Hari Kelima Belum Ditemukan

Kamis, 30 Juli 2020 | 20.26 WIB
Kali Dibaca |

Upaya pencarian di hari ke lima terhadap Ponidi yang dikabarkan hilang diterkam buaya. 
Labura, metrokampung.com
Pencarian terhadap Ponidi (45) warga Parit Cina, Desa Simagalam Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dikabarkan hilang diterkam buaya pada Minggu (26/7) terus dilakukan hingga hari ke lima, Ponidi belum juga ditemukan, Kamis (30/7/2020).

"Sejumlah pawang buaya telah diturunkan untuk mencari ponidi namun belum membuah kan hasil, dan hari ini juga masih melakukan upaya pencarian dan penjinakan terhadap buaya untuk mengetahui keberadaan Ponidi," kata Nandi (58) di daerah itu.

Cerita pak Nandi warga di sana, buaya di daerah ini sudah sering nampak bahkan sudah beberapa orang diterkam buaya namun tidak menjadi korban jiwa hanya diterkam dibagian perut dan sekarang orangnya sudah sehat, itulah ipar Ponidi ini dan ada juga dibagian kakinya, tapi entah kalau Ponidi ini karena belum ditemukan," kata pak Nandi.

Hingga pukul 14.00 wib, Kamis (30/7) Ponidi belum ditemukan dan petugas BPBD Labura,  BKSDA, Basarnas, masyarakat serta pihak kepolisian telah melakukan penyisiran sungai Parit Cina Desa Samangalam hingga ke persimpangan alur sungai Aek Natas, Sungai Kualuh dan alur sungai Aek Natas, namun belum membuahkan hasil.


Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Labura melalui Kabid Medaruratan dan Bencana Sukardi mengatakan, pencarian hari ini sudah hari yang ke lima tapi belum membuah kan hasil, warga ada juga membawa pawang buaya untuk upaya pencarian Ponidi hingga siang ini belum membuahkan hasil tapi entah nanti sore atau nanti malam semoga ada hasil, tadi upaya dari Pawang Buaya nampaknya memberikan sinyal tanda-tanda jadi kita berdoa saja semoga ponidi ditemukan," ucap Sukardi.

Sebelumnya, Ponidi dilaporkan hilang usai diterkam buaya di Sungai Parit Cina, Desa Simagalam, Kualuh Selatan, Labura.

Korban bersama istri pergi ke kebun sawit miliknya dengan menggunakan perahu menyeberangi sungai. Setibanya di kebun sawit miliknya, korban turun dan mengikat perahunya di pinggir sungai. K etika membuah sawit, buah sawit jatuh ke bibir alur sungai, naas, saat turun ke sungai untuk mengambil buah sawit korban langsung diterkam buaya dan hilang.

SIM Ponidi yang hilang. 
Istri korban yang melihat kejadian itu merasa shok dan memberi tahukan peristiwa itu kepada warga dan pemerintah setempat. Atas laporan itu Tim BPDB Labura, Polisi juga TNI dibantu warga sekitar melakukan operasi pencarian.

Istri Ponidi saat ditemui di rumah merasa lamas dan shok dan menceritakan peristiwa yang dialaminya. "Saya berharap suami saya kembali ke rumah ini, bagaimana pun keadaannya," ucap istri Ponidi.(stjg/MK)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru