SUMUT

NASIONAL

Geger, Pistol Anggota Kopassus Meletus di Bandara Kualanamu

Jumat, 11 September 2020 | 20.17 WIB
Kali Dibaca |

Bandara Kualanamu.
Kualanamu, metrokampung.com
Suasana di Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu mendadak geger akibat suara letusan senjata api (senpi) pada Kamis (10/9/2020) siang.

Informasi yang beredar, letusan berasal dari pistol dinas milik Pelda J, personel TNI yang bertugas di Bagren Proggar Siren Denma Kopassus.

Pelda J merupakan calon penumpang pesawat Lion Air JT Nomor Flight 211 rute Kualanamu-Soekarno Hatta, warga Jakarta Timur (Jaktim).

Letusan diketahui tlsaat Pelda J melaksanakan check-in di Counter D terminal keberangkatan saat melakukan pengosongan senjata yang disaksikan petugas Avsec Maskapai Lion Air.

Guna memastikan senjata apinya tidak ada peluru yang tertinggal, Pelda J mengokang senpinya. Namun macet. Dia kemudian berusaha memperbaiki senjatanya itu, namun tiba-tiba meletus. Beruntung posisi laras ke arah lantai.

Selanjutnya, Pelda J dan senjata apinya diamankan ke Posko Penerbangan Avsec Bandara Kualanamu.

Plt Branch Communication Legal Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Fajri Ramdhani, membenarkan adanya peristiwa itu. Letusan senjata api di Terminal Keberangkatan.

Letusan yang membuat kaget sejumlah penumpang di area check-in counter terminal itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.

“Ya, peristiwa tersebut benar adanya,” katanya.

Dia menjelaskan, awalnya saat anggota TNI AD melakukan perjalanan dengan pesawat Lion Air tujuan jakarta dengan penerbangan JT 211, sekitar jam 10.30 WIB. Ketika pemilik senjata api melakukan pengosongan peluru terjadi letusan tanpa disengaja.

“Senpi yang sudah mengarah ke lantai tiba-tiba meletus. Hal tersebut tidak adanya korban jiwa maupun kerusakan fasilitas Bandara Kualanamu,” ujar Fajri Ramdhani.

“Kami mohon kepada Airlines Groundhandling, bila ada protokol atau institusi yang yang membawa senjata kemudian mengosongkan senjata dengan peluru agar dilarang dan diarahkan ke
ruang khusus pengosongan senjata api yang telah kami sediakan,” tuturnya.

“Kami selaku penyelenggara kebandarudaraan melakukan upaya penyelesaian dengan kekeluargaan dan sehingga tidak adanya permasalahan di kemudian hari terkait hal tersebut,” sebutnya.

Kejadian tersebut ditangani petugas OIC, Airport Security PT Angkasa Pura II dan disaksikan oleh perwakilan Otroritas Wilayah II, Airlines Groundhandling serta Perwakilan TNI.(dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru