SUMUT

NASIONAL

Ibu-ibu Stop Pekerja Tower Smartfren Dekat Musholla BTN Lubuk Pakam

Senin, 14 September 2020 | 20.44 WIB
Kali Dibaca |

Warga Komplek Perumahan BTN Bakaran Batu saat memprotes pembangunan tower tak berizin.
Lb Pakam, metrokampung.com
Sejumlah ibu rumah tangga dan warga komplek Perumahan BTN Bakaran Batu, Kelurahan Lubukpakam Pekan, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang memprotes dan mengusir pekerja yang akan membangun tower Smartfren di dekat musholla komplek, Senin (14/9/20).

Warga yang berjumlah puluhan orang tersebut memprotes dibangunnya tower yang hanya berjarak hitungan langkah atau sekitar 10 meter sdari Musholla Nurul Ikhlas dan masih sangat dekat dengan Komplek Perumahan BTN Bakaran Batu.

“Enak kali kalian mau buat tower di sini. Langkahin dulu mayat ku. Pergi kalian dari sini. Ini komplek jangan suka-suka kalian di sini. Ada musholla di sini. Kalau mau bangun rumah besar-besar kayak istana silahkan. Tapi kalau tower jangan coba-coba,” kata Hj Rukiah berang.

Saat protes berlangsung tak satu pekerja maupun pengawas proyek yang berani berkata-kata. Mereka hanya terdiam mendengarkan kecaman warga.

Ketua Badan Kemakmuran Musholla Nurul Ikhlas, Faisal mengatakan, lahan kosong samping musholla yang akan dibangun tower merupakan milik seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Feri.

Warga mengaku tidak mengketahui secara pasti tempat Feri bertugas, maupun tempat tinggalnya saat ini.

Menurut Faisal, wacana membangun tower di lokasi tersebut sudah ada sejak tahun 2019 lallu. Saat itu, warga perumahan komplek sudah didekati pihak pelaksana.
Namun, warga setempat telah sepakat menolak pembangunan tower karena jaraknya sangat dekat dengan musholla.

"Kami warga di sini menolak karena tidak mau kesehatan kami terganggu. Taunya kami bagaimana permainan tower ini. Pertama satu provider dulu, nanti setelah berdiri semua bergabung di atas,” sebut Faisal di lokasi.

“Warga di sini jugakan mau tenang beribadah. Kami di sini tidak pernah memberi izin di dekat musholla ini ada tower dan tadi sudah kita tanya sama orang Dinas Perizinan, bahwa belum ada izinnya (pembangunan) ini. Sampai kiamat pun kami warga gak akan pernah setuju di dekat musholla kami ini ada tower,” ketusnya.

Ia menjelaskan, bahwa warga setempat sudah pernah mengumpulkan tandatangan dan membuat pernyataan kepada Pemkab Deliserdang untuk menolak pembangunan tower tersebut.

Selain ke Dinas Perizinan juga disampaikan ke Sat Pol-PP dan ditembuskan ke Bupati serta DPRD Deli Serdang.

Atas nama warga setempat, Faisal meminta agar Pemkab Deliserdang juga bisa menertibkan pembangunan tower di dekat musholla mereka tersebut.

Sementara para pekerja tower yang mengorek pondasi banyak menutup mulut, salah satu pekerja menyebutkan ia hanya sebagai buruh bangunan saja.

“Saya hanya kerja bang, gak tau soal izin ini,” kata pria itu.

Beberapa menit warga sempat berdebat dengan salah satu penanggung jawab bangunan tower yang mengaku bernama Sarani. Ia mengatakan, tower yang akan dibangun adalah pemancar Smartfren.

Kepada warga Sarani mengaku bangunan  hanya mengambil sampel tanah saja dan belum tahu apa yang hendak dibangun.

“Iya Smartfren. Kami cuma mengambil sampel tanah saja,” kilah Sarani.

Terpisah, Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang Bayu Sumantri Agung meminta agar Pemkab Deliserdang tegas dalam hal ini terutama dalam izin mendirikan tower.

“Trantib Lubukpakam jangan diam aja, juga Sat Pol-PP Deliserdang, Tak ada yang boleh membangun tower sebelum ada IMB-nya,” tegas Bayu yang juga tinggal di Komplek BTN Bakaran Batu.

Bayu juga meminta agar Pemkab Deliserdang harus jeli dengan pemberian izin tower.

“Jangan mentang-mentang ada oknum yang mengurus, langsung di beri izin. Pemkab Deliserdang harus mengkaji lebih dulu, melihat situasi masyarakat di sekitar, jangan asal memberi izin saja. Soalnya, saya menduga persoalan tower ini banyak bermasalah dan sudah jadi temuan,” tegasnya.

Camat Lubukpakam Kurnia Boloni Sinaga saat dikonfirmasi menegaskan izin pembangunan tower di Komplek Perumahan BTN Bakaran Batu tersebut belum mendapat izin.

“Belum ada izin, sudah kita stop,” sebut Kurnia via WhatsApp. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru