Tim Manajer Peserta AMPG Cup Deklarasi Siap Bertanding dan Patuhi Aturan

Editor: metrokampung.com

PANTAI LABU, Meteokampung.com
Seluruh tim manajer peserta Turnamen Sepak Bola Kiyam AMPG Cup mendeklarasikan kesiapan untuk melanjutkan pertandingan serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia. Deklarasi tersebut digelar di Kantor Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026), dan disaksikan langsung oleh panitia penyelenggara.

Deklarasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas kericuhan yang terjadi antara penonton saat pertandingan Tim WBP FC melawan Tim Camat Laut A pada Kamis (11/6/2026). Akibat insiden tersebut, pihak Kepolisian Resor (Polres) Deli Serdang menghentikan sementara jalannya turnamen selama dua hari.

Ketua Panitia AMPG Cup, Akbar Maulana, mengatakan dirinya telah dimintai keterangan oleh Polres Deli Serdang dan Polsek Pantai Labu terkait penyebab terjadinya kericuhan tersebut.

“Selama dua hari saya dipanggil untuk memberikan keterangan. Sebenarnya pihak kepolisian sempat tidak mengizinkan turnamen ini dilanjutkan. Namun kami terus berupaya agar kompetisi dapat berjalan kembali karena tujuan utama turnamen ini adalah mempererat silaturahmi pemuda di Pantai Labu serta menjauhkan mereka dari penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkoba,” ujarnya saat rapat.

Menurut Akbar, pihak kepolisian akhirnya memberikan izin agar turnamen dilanjutkan dengan sejumlah persyaratan. Salah satunya, seluruh tim manajer wajib membuat pernyataan tertulis di atas materai yang berisi komitmen menjaga pemain dan suporter agar tidak melakukan tindakan anarkis serta siap menerima hasil pertandingan, baik menang maupun kalah.

Selain itu, panitia juga diminta untuk menghapus berbagai unggahan terkait kericuhan yang telah beredar di media sosial agar tidak memengaruhi jalannya pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Ketua PK Golkar Pantai Labu, Robby Herpani, membenarkan bahwa kericuhan yang terjadi pada 11 Juni lalu menyebabkan pertandingan dihentikan oleh pihak kepolisian selama dua hari. Padahal, turnamen tersebut baru berjalan sekitar satu minggu dari jadwal pelaksanaan yang direncanakan selama dua bulan.

“Kami telah melakukan berbagai upaya dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar turnamen dapat dilanjutkan. Alhamdulillah, ada titik terang. Namun, seluruh persyaratan yang diberikan, termasuk ikrar dan perjanjian tertulis di atas materai dari para tim manajer, harus kami penuhi,” katanya.

Robby menambahkan, seluruh tim manajer yang mengikuti turnamen kini telah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pertandingan dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

“Hasil deklarasi dan rapat hari ini akan kami sampaikan kepada pihak kepolisian sebagai bahan pertimbangan untuk kelanjutan turnamen,” ujarnya.

Rapat dan deklarasi tersebut dipandu oleh Tim Komisi Disiplin AMPG Cup, Muhammad Dedi, S.S.(Lubis/MK)
Share:
Komentar


Berita Terkini