Tanjungbalai, metrokampung.com
Pembersihan dilakukan menyusul kondisi saluran yang telah lama tersumbat akibat tumpukan tanah dan sampah. Kondisi itu dikhawatirkan semakin mengganggu aliran air dan menimbulkan genangan saat curah hujan meningkat.
Camat Datuk Bandar Syamsul Effendi bersama Lurah Sijambi Muhammad Ichsan Prawira dan para Kepling se-Kelurahan Sijambi terlihat turun langsung ke lokasi.
Untuk mempercepat proses pengerukan, Pemko Tanjungbalai turut mengerahkan alat berat untuk mengangkat timbunan tanah yang memenuhi saluran.
Sementara itu, warga bersama aparat kelurahan melanjutkan pembersihan secara manual dengan menggunakan cangkul, garpu dan sejumlah peralatan lainnya. Sampah serta material hasil pengerukan kemudian diangkut ke tempat sampah.
Camat Datuk Bandar Syamsul Effendi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menyahuti keluhan masyarakat.
“Begitu ada keluhan dari masyarakat, kita langsung koordinasikan dan turun ke lapangan. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan, sehingga saluran air harus kita pastikan berfungsi dengan baik,” ujar Syamsul Effendi.
Menurutnya, persoalan drainase dan kebersihan lingkungan harus ditangani secara bersama-sama. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat, namun partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat diperlukan.
“Pemerintah hadir untuk memberikan solusi, tetapi setelah dibersihkan, mari sama-sama kita jaga. Jangan membuang sampah ke saluran air karena pada akhirnya masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya,” katanya.
Lurah Sijambi Muhammad Ichsan Prawira menambahkan, pembersihan saluran tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang selama ini merasa terganggu dengan kondisi drainase yang tersumbat.
“Kita langsung menindaklanjuti keluhan warga. Kita berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Pemko Tanjungbalai agar saluran ini dapat segera dibersihkan. Harapannya, aliran air kembali lancar dan tidak menimbulkan persoalan ketika hujan turun,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut turun bergotong royong. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan.
“Kita sangat mengapresiasi warga yang ikut bergotong royong. Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan hanya setelah ada masalah baru dilakukan pembersihan,” ujar Muhammad Ichsan Prawira.
Sementara itu, salah seorang warga, Pak Silaban, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai, Camat Datuk Bandar, Lurah Sijambi dan para Kepling yang dinilai cepat merespons keluhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah merespons keluhan warga. Kami melihat langsung Camat, Lurah dan Kepling turun ke lapangan bersama warga. Ini menunjukkan pemerintah benar-benar memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat,” ujar Purba.
Ia mengatakan, kondisi saluran air tersebut sebelumnya cukup memprihatinkan karena dipenuhi timbunan tanah dan sampah sehingga menghambat aliran air.
“Apalagi sekarang sudah masuk musim penghujan. Kami khawatir kalau hujan deras, air tidak mengalir dan bisa menyebabkan genangan. Karena itu kami sangat berterima kasih atas respons cepat pemerintah,” katanya.
Silaban juga berharap setelah saluran dibersihkan, seluruh pihak dapat ikut menjaga agar kondisi tersebut tidak kembali terjadi.
“Kami berharap saluran yang sudah dibersihkan ini sama-sama kita jaga. Kami sebagai warga tentu siap mendukung pemerintah. Terima kasih kepada Camat, Lurah, Kepling dan Pemko Tanjungbalai yang sudah cepat menyahuti keluhan kami,” pungkasnya.
Gotong royong tersebut sekaligus menjadi langkah preventif pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi musim penghujan, khususnya dengan memastikan saluran air di lingkungan permukiman tetap bersih dan mampu mengalirkan air dengan baik. (ES/Mk)

