SUMUT

NASIONAL

Jaga Keamanan Jelang Pemilu, Aswaja dan Ansor Gelar Zikir dan Doa Bersama

Minggu, 17 Februari 2019 | 20.00 WIB
Kali Dibaca |


Ketua GP Ansor Burhan no 4 dari kiri ,  usai zikir dan doa bersama terlihat memandu pembacaan deklarasi  jihad melawan hoax.

Batubara - Metrokampung.com
Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang diwakili Kabag Sumda Kompol AM Ritonga menghimbau masyarakat untuk menjaga keamanan pada pesta demokras Pemilu serentak 2019.

Himbauan tersebut disampaikan Ritongan pada acara gelar zikir dan doa bersama, di Masjid Nurul Huda Desa Titi Merah, Kec Lima Puluh Pesisir, Batubara, Sabtu (16/2/2019).

"Jangan sia-siakan hak pilih, tentukan sesuai hati nurani masing masing karena pilihan kita menjadi penentu pembangunan lima tahun kedepan', kata Ritonga.

Ritonga juga memohon kerjasama masyarakat dalam menciptakan keamanan Pemilu, karena menurutnya polisi saja tidak cukup tanpa dibantu masyarakat.

Ritonga  juga menghimbau masyarakat untuk bersama perangi narkoba, menurutnya,  narkoba bukan musuh ke polisian saja, akan tetapi adalah musuh bersama.


"Jika ada keluarga yang ketergantungan narkoba maka jangan dikucilkan atau dimusuhi. Tetapi bimbing dengan baik dan laporkan untuk direhabilitasi secara gratis", saran Kabag Sumda.

Ahlussunnah waljamaah (Aswaja) dan GP Ansor Kab Batubara dalam rangka  mewujudkan pemilu damai dan kondusif  daerah Sumatera Utara, bersama masyarakat pantai Batubara memprakarsai gelar zikir dan doa bersama, di Masjid Nurul Huda Desa Titi Merah, Kec Lima Puluh Pesisir, Batubara.

Ketua Aswaja Kab Batubara Jasmi Assayuti, SH, MH dalam sambutannya mengatakan, zikir dan doa dilaksanakan merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain itu, zikir dan doa bersama merupakan jihad melawan hoax serta untuk mewujudkan pelaksanaan pemilu di Provinsi Sumut yang kondusif. "Dengan zikir dan doa bersama  semoga kita selalu dalam lindungan Allah serta mendapat keberkahan", ujar Jasmi Assayuti.

Menyinggung pemilu 17 April mendatang, Jasmi mengharapkan masyarakat menolak politisasi sara.
"Tolak politisasi sara, kita harus bersatu dan tidak berpecah belah dan mari berpegang teguh pada tali Allah jangan bercerai berai", ajaknya.

Sementara Asisten I H Iskandar Lubis menyebutkan, zikir dan doa yang dilaksanakan merupakan wadah pembinaan iman dan taqwa (imtaq) sebagaimana ajaran agama.

Oleh karena itu bergaulah sesuai agama, berbuat sesuai agama bahkan berpolitikpun sesuai agama.
"Agama bukan saja menjadi pondasi /panutan dunia akan tetapi menjadi bekal akhirat nanti", ujarnya.

Menyinggung tentang agenda pembangunan Kab Batubara dibawah kepemimpinan Bupati Ir H Zahir, MAP, menurut Iskandar tahun ini Pemkab Batubara akan memiliki tanah perluasan kota Lima Puluh.

Lahan itu dari PT Socfin dan PT-PP Lonsum yang rencananya digunakan untuk pertapakan pembangunan kantor Bupati, Polres serta kantor instansi lainnya.

Selain itu Iskandar juga menginformasikan rencana kedatangan Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kab Batubara untuk meresmikan perusahaan raksasa. Dengan adanya perusahaan raksasa maka akan membuka peluang bagi anak daerah yang berpotensi.

"Persiapkan diri serta modal ilmu dan taqwa karena anak-anak daerah bisa mendapat peluang untuk bekerja di perusahaan itu nantinya", kata Iskandar.

Pantauan wartawan, acara zikir dan doa  dirangkai pembacaan deklarasi jihad melawan hoax dalam mewujudkan pemilu damai untuk Sumut dipandu Ketua GP Ansor, Burhan, S, Pd./ M.Saini.

Acara yang diprakarsai Ahlussunnah waljamaah (Aswaja) dan GP Ansor Kab Batubara ini dihadiri Bupati Batubara Ir H Zahir, MAP diwakili Asisten I, H Iskandar Lubis, SH, Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang, SH, M.Hum diwakili Kabag Sumda Kompol AM Ritonga, Ketua MUI Batubara H Yusuf Ghazal, Lc, Kapolsek Lima Puluh AKP Jhoni Andreas Siregar, Ketua Dewan Masjid Batubara, para ulama, tokoh masyarakat serta ratusan jamaah. (ebson ap/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru