PARIWISATA

NASIONAL

Limbah Taman Simalem Resort Dituding Salah Satu Penyebab Tercemarnya Air Danau Toba

Selasa, 05 Maret 2019 | 17.28 WIB
Kali Dibaca |

Suasana Raker Komisi D DPRD Provsu Terkait Limbah Yang Mencemari Danau Toba.

Medan – Metrokampung.com 
Keberadaan Taman Simalem Resort yang merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di daerah Tongging Kecamatan Merek Kabupaten Karo dituding sebagai salah satu pengirim limbah yang mengakibatkan tercemarnya Danau Toba.

Hal yang mengejutkan ini terungkap saat Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala, Bappeda Ir nasib Sianturi Msi saat  mengikuti rapat kerja Komisi D DPRD Provsu yang dilaksanakan di ruang Rapat Komisi D DPRDSU Medan, Selasa (5/3) pukul 10.30 wib

Agenda Rapat Kerja ini membahas terkait adanya desakan dari Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) dan Horas Bangso Batak Sedunia (HBB) serta beberapa  lemen pemerhati lingkungan pencemaran  Air Danau Toba ke pemerintahan Kabupaten  Karo yang merupakan salah satu yang  masuk kawasan Danau Toba.

Menurut Terkelin Brahmana SH, pada Rapat kerja tersebut terungkap kalau khususnya Kabupaten Karo yang memiliki kawasan danau diwilayah Tongging Kecamatan Merek diduga sebagai salah satu wilayah pencemaran danau toba seperti yang disebutkan oleh Pemerhati lingkungan Danau Toba  Horas Bangso Batak Lamsiang Sitompul SH, MH.

“Tuduhan ini terkait keberadaan TSR (Taman Resort Simalem) dimana limbahnya diduga akibatkan pencemaran air Danau Toba,”ungkap Terkelin.

Menyikapi tuduhan itu , Terkelin Brahmana menghimbau kiranya relawan seperti HBB ( Horas Bangso Batak ) memberikan data kepada Pemda Karo,  sehingga dapat diambil tindakan yang diawali dengan memanggil pihak  pengusaha TSR (Taman Resort Simalem) . Jika ada data akurat yang diberikan sebagai bahan assesment untuk Menindaklanjuti secara kewenangan Pemkab Karo.

“Jika ada temuan dugaan pelanggaran,maka kami Pemkab Karo tidak akan sungkan dan segan akan menindak tegas, pihak pengusaha tersebut,” tegas Terkelin.

Terkelin juga menerangkan, terkait KJA (Keramba Jaring Apung) di sekitar Tongging, sudah ada komitmen dari pada pengusaha lokal dengan membuat surat pernyataan, ini saya tegaskan ulang, surat pernyataan para pengusaha KJA dengan setuju sekitar Tongging kosong ( Zero) % KJA.

Akan  tetapi, ini perlu  catatan bagi relawan pemerhati pencinta yayasan Danau Toba yang semuanya tergabung didalamnya, kenapa belum terlaksana Zero KJA, di daerah Tongging, nah sama seperti daerah 8 se-kawasan Danau Toba lainnya,dengan kata lain  pengusaha lokal meributkan pengusaha terkenal, maaf tidak usah saya sebutkan, masih beroperasi di sekitar  Danau Toba, inilah kendala dan tantangan yang kami hadapi.

Nah,  kesulitan ini  bagi kami pemda Karo untuk menertibkan KJA (Keramba Jaring Apung) pengusaha lokal, untuk itu saya sepakat dari ide Pemkab simalungun, Pemkab Dairi, agar satu suara dari pusat buatkan Regulasi untuk mengatur ini, sebab kami ini para Bupati tidak ada niat menyengsarakan rakyatnya, agar tidak ada pilih kasih, yang ini bisa, Yang ini tidak, urai Terkelin.

Terkelin menambahkan, setuju adanya desakan dibentuk Pansus pencemaran air Danau Toba, asalkan seteril, silahkan saja, ini dorongan yang bagus agar tuntas, jika tidak seteril, jangan dulu, imbuhnya.

Sementara Ketua Umum Horas Bangso Batak  (HBB) Lamsiang Sitompul SH,MH dan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) adanya dugaan pencemaran air Danau Toba oleh PT Aquafarm Nusantara (anak perusahaan Regal Springs dari Swiss) terungkap saat rapat kerja, meminta komisi D DPRD Provsu segera bentuk Pansus (panitia Khusus)," katanya.

Pansus segera dibentuk, ini permintaan kami bersama dengan elemen masyarakat lainnya, agar semuanya terang menderang, pinta Sitompul.

Hal senada dikatakan Remember Manik pecinta Danau Toba, ikut meminta dibentuk Pansus, dengan alasan Pencemaran Danau Toba bukan saja mengancam parawisata namun juga mengancam nyawa manusia karena air Danau Toba dikonsumsi oleh masyarakat sekitar Danau Toba, ungkapnya.

Menanggapi banyaknya keluhan dan usulan masing masing dari Pemkab se-kawasan Danau Toba serta permintaan dari Lsm tergabung dalam pemerhati  kepedulian pecinta Danau Toba  dalam Rapat Kerja komisi D DPRD Provsu ini Layari Sinukaban angkat bicara, kita akan bawa maslah ini ke Presiden dan DPR RI.

Sambung Layari, dengan gaya khas bicaranya dalam waktu tempo sesingkat singkatnya akan kita lobi kepusat untuk semua permasalahan terkait pencemaran air Danau Toba ini, katanya selaku bagian pimpinan Sidang.

Hal yang sama pimpinan rapat komisi D DPRD Provsu Leonard surungen Samosir, mengungkapkan apa yang disampaikan para Pecinta yayasan Danau Toba dan masing masing Pemkab se-kawasan Danau Toba, akan menjadi atensi kedepan, untuk mengambil langkah langkah yang positif, ujarnya.

Saat ini, kami perwakilan komisi D DPRD Provsu belum dapat kami putuskan adanya permintaan agar dibentuk Pansus (panitia khusus) pencemaran air Danau Toba, karena masih merapatkan kembali dengan anggota Komisi D DPRD Provsu yang lainnya, pungkasnya. (amr/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru