PARIWISATA

NASIONAL

Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan Dari BPOM RI

Senin, 08 April 2019 | 20.47 WIB
Kali Dibaca |

TERIMA : Wakil Wali Kota Tanjungbalai Drs. H Ismail menerima piagam penghargaan dari Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (Rakernas BPOM) tahun 2019 di Hotel Adimulia, Jalan Diponegoro, Medan, Senin, (8/4). 

Tanjungbalai-metrokampung.com
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai meraih penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, kategori perkuatan kelembagaan Badan POM dan kerjasama produktif dalam strategi dan operasional pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha sampai dengan fasilitator desa.

Piagam penghargaan itu diserahkan oleh Kepala BPOM RI Penny K Lukito kepada Wakil Wali Kota Tanjungbalai Drs. H Ismail saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (Rakernas BPOM) tahun 2019 di Hotel Adimulia, Jalan Diponegoro, Medan, Senin, (8/4). Rakernas itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Provsu Sabrina, para Bupati/Wali Kota, dan jajaran BPOM seluruh Indonesia.

Pada Rakernas 2019 ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan meluncurkan program inovatif fasilitator BPOM desa pengawas obat dan makanan yang nantinya akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atau pelaku usaha tentang obat dan makanan.

"Kehadiran fasilitator desa itu merupakan wujud nyata BPOM yakni negara hadir ke pelosok negeri. Hal itu juga bagian dari tugas BPOM untuk mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan agar berhati-hati dengan berbagai produk makanan dan obat-obatan ilegal. Sekarang ini lagi ada peredaran obat dan makanan ilegal melalui online dan bagaimana pun peredaran itu tetap harus mendapat izin BPOM untuk memastikan keamanan dan.kualitasnya, " sebut Kepala BPOM Penny K Lukito usai membuka Rakernas tersebut.

Ia menambahkan, selain memberikan edukasi tentang pengawasan obat dan makanan, BPOM juga akan mendampingi fasilitator dalam menfasilitasi perkembangan industri obat dan makanan terutama adalah UMKM di desa yang memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya.

"Kita bisa melayani masyarakat dan pelaku usaha yang ada di desa untuk meningkatkan kualitas dari produksinya yang tadinya menjual biasa atau perorangan di kaki lima, kini bisa ditingkatkan menjadi produk-produk ekspor seperti keripik singkong yang saat ini telah ada," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Drs. H Ismail mengatakan, saat ini Pemko Tanjungbalai sangat bersyukur dan berterimakasih atas kehadiran dan telah berdirinya LOKA POM di Kota Tanjungbalai. Karena tentunya hal ini menjadi semangat bagi seluruh Stakeholder di untuk membantu melakukan pengawasan dan pemantauan Obat dan Makanan yang tidak layak diproduksi oleh masyarakat Tanjungbalai dan sekitarnya sehingga masyarakat mendapatkan kualitas obat dan makanan yang layak dan sehat.

"Pemko Tanjungbalai Optimis, pelaksanaan program sinergitas pemerintah dengan POM yang disikronkan dengan pemerintah pusat akan berjalan dengan baik, " sebut Ismail.

Wakil Wali Kota juga berharap semoga dengan kehadiran fasilitator desa ini menjadi inspirasi dalam pemberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan dan usaha UMKM di Kota Tanjungbalai.

Dalam Rakernas tersebut, BPOM melantik 20 orang fasilitator yang berasal dari Kota Medan, Tanjungbalai dan Kabupaten Toba Samosir yang nantinya bertugas mensosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat atau pelaku usaha tentang bahaya obat dan makanan. (laban/mk)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru