SUMUT

NASIONAL

PT. Unilever Diduga Membuang Limbah ke Areal Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke

Senin, 17 Juni 2019 | 21.47 WIB
Kali Dibaca |



Perdagangan, Metrokampung.com
Mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya genangan air yang diduga bercampur bahan  limbah di areal PTPN III Sei.Mangkei tepatnya berdampingan langsung dengan lokasi PT.Unilever di Kawasan Ekonomi khusus tersebut.

Laporan masyarakat ini ditindak lanjuti oleh
reporter metrokampung.com yang langsung turun ke lokasi.

Dalam amatan reporter genangan air tersebut sudah menyerupai danau kecil dengan air berwarna hitam dan aroma yang tidak sedap serta sangat menyengat, tidak jauh dari lokasi ditemukan mesin pompa dengan operatornya yang menyedot air tersebut kembali masuk ke areal PT.Unilever, sangat dipertanyakan terkait air yang menggenang tersebut kenapa sampai pihak PT.Unilever menyedot nya kembali masuk ke areal pabrik nya, ada dugaan pihak PT.Unilever mencoba berinisiatif untuk
mengatasi luapan air yang diduga mengandung limbah tersebut untuk diketahui publik, hal ini dicoba konfirmasikan dengan staff dari
PT.Unilever yaitu, sdr. Marnakkok Butar-butar dan Sinaga namun satupun tak ada yg respon dan bahkan staffnya yang bernama Marnakkok
Butar-butar langsung memblokir WA nya, perlakuan kedua staff Unilever ini sangat arogan dan angkuh hingga wartawan yang mencoba meminta klarifikasipun di abaikan. Perusahaan ini terkesan sangat tertutup dan
sulit untuk mendapat imformasi terhadap hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan tersebut.

Amatan reporter dilokasi bahwa air yang menggenang menyerupai danau kecil tersebut tidak lazimnya seperti genangan air biasa karena ada aroma yang menyengat disertai warna air juga tidak sebagaimana biasanya warna air tanah,  kiranya pihak pemkab simalungun melalui dinas Lingkungan Hidup untuk turun meninjau serta menguji lab terkait
air yang diduga adalah bagian dari limbah yang berasal dari pabrik Unilever, melalui hasil penelusuran dengan pihak pihak yang mengetahui hal ini ternyata bahwa kejadian ini bukan hal yang pertama kali terjadi dan bahkan sudah sering terjadi namun hingga hari ini tidak ada solusinya. Terkesan pihak PT.Unilever abai dan tidak serius mengatasi hal ini dan juga pihak pengelola kawasan diduga tutup mata
atas kejadian ini.

Areal kawasan ekonomi khusus sei,mangke merupakan bagian dari lahan PTPN III ,  Manager Sei.Mangkei sdr.David Tobing ketika dihubungi reporter menyatakan “Terimakasih atas perhatiannya dan telah menghubungi kami. Sehubungan data diambil dari areal yang dikelola oleh kawasan maka alangkah baiknya dapat dikomunikasikan kepada Manajemen Badan Pengelola Kawasan”.

Dari klarifikasi yang kita dapat dari Pihak pengembang kawasan ketika dihubungi melalui staff nya sdr.Windi oktiadi menyatakan “Permasalahan tersebut sudah kita sampaikan
kepihak UOI (Unilever Oleo Chemical Indonesia/Unilever) dan mereka juga action makanya ada pompa itu untuk mereka sedot kembali kedalam UOI”. Dari jawaban pihak pengembang kawasan ini dapat disimpulkan
bahwa masalah luapan air ini adalah bersumber dari PT.UOI (Unilever) dan sangat disayangkan tetap terjadi secara berulang-ulang dan , lebih
lanjut reporter menanyakan sdr. Windi Oktiadi “kejadian ini kan sudah terjadi berulang-ulang apakah tidak ada solusi lain selain memompa
kembali? Apakah pihak pengembang berani memberi sanksi atas kejadian yang berulang-ulang ini? , namun sayang pertanyaan ini tidak ada jawaban.

Sekedar mengingatkan kembali bahwa di dekat lokasi ini pernah ditemukan matinya beberapa ekor ternak lembu masyarakat yang diduga
akibat termakan bahan beracun atau limbah yang diduga NaOH (Soda Api) dan kuat dugaan bahan tersebut berasal dari gudang PT.Unilever mengingat infonya perusahaan ini memproduksi sabun namun bila setiap
dikonfrontir pihak PT.Unilever akan selalu menjawab “Bahan Setengah Jadi” . Kejadian matinya beberapa ternak lembu masyarakat  ini juga berakhir dengan ganti rugi yang diberikan oleh pihak PT.Unilever ….
Kalau merasa tidak salah kenapa memberi ganti rugi ya?


Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru