SUMUT

NASIONAL

DINILAI AROGAN , ANIAYA WARTAWAN DI KAMAR TIDUR, PRATU RESBIN DISIDANGKAN

Kamis, 11 Juli 2019 | 00.11 WIB
Kali Dibaca |


Medan, metrokampung.com
Setelah lebih dua tahun lebih ditangani oleh penyidik Polisi Militer, akhirnya kasus penganiayaan wartawan media online akhirnya disidangkan Rabu 10 July 2019.

Sidang perdana dalam kasus penganiayaan yang di lakukan oleh Pratu Resbin kepada salah seorang wartawan media online di hadiri oleh berbagai media dan saksi yang sekaligus juga terdakwa.
Perlu diketahui, bahwa korban Leo sembiring (29) mendapatkan penganiayaan oleh adik iparnya Pratu Resbin pada tangal 24 September 2016 sekitar pukul 01.30 pagi dini hari tepatnya dua tahun yang lalu, di mana terdakwa Resbin sihotang yang dulunya anggota Yonzipur 17 mulawarman datang ke kediaman Leo Sembiring dan langsung masuk ke kamar tidurnya.


Usai melakukan penganiayaan terhadap leo sembiring, terdawa juga sempat mengancam menggunakan sebilah pisau berupa sangkur kepada korban, dimana pada saat anak anak korban menjerit ketakutan karena melihat ayah nya dianiaya oleh Resbin, saking takutnya terhadap aksi brutal Pratu Resbin Sihotang tersebut, Leo pun berontak dan berlari menyelamatkan diri.

Setelah menghubungi pihak keluarganya, leo pun kembali mendatangi kediaman yang di Jalan Pertanen Desa Tuntungan Kecamatan Pancur Bau, namun situasi semakin memanas dan tak terkendali dikarenakan Pratu Resbin sihotang yang datang bersama tiga orang saudaranya Rumpun Sihotang yang juga pecatan dari Yonkav 6 Medan dan Timbul semakin mengganas , melihat situasi yang tidak kharuan Leo pun akhirnya memilih untuk pergi melaporkan kejadian tersebut ke Denpom 1/5 Medan dan diarahkam melakukan visum ke rumah sakit terdekat .

Setelah selasai melakukan visum di rumah sakit Peringadi Medan, Leo pun akhirnya kembali ke kediaman nya di Desa Tuntungan, namun dirinya sangat sedih ketika kembali ke kediamannya, dirinya tidak lagi melihat istri dan 3 orang anaknya yang masih balita ungkap Leo Sembiring (Korban).

Dalam sidang yang di pimpin oleh Hakim ketua Letkol Chk Agus Husin, SH, MH, Hakim angota 1 letkol Chk Sahrul, SH, Hakim anggota 2 Mayor chk JM Siahaan, SH, Panitra Peltu Ribut Budi Santoso, Hadir juga dari Oditur militer Mayor Darwin Hutahayan, SH.

Majelis hakim Letkol Chk Agus Husein, SH, MH mengatakan bahwa persidangan ditunda dan di lanjutkan pada tanggal 18 July 2019 dalam agenda menunjukan bukti bukti ke dalam persidangan.

Usai menjalani sidang, saat kami konfirmasi langsung, Leo mengatakan bahwa, dirinya sudah tidak tahu dimana keberadaan anak-anak nya setelah pada malam kejadian itu dibawa oleh terdakwa pergi dari rumahnya, dirinya juga akan melaporkan kasus ini ke komnas perlindungan anak untuk mengusut tuntas dimana keberadaan anak anak nya saat ini “sudah tiga tahun kami pisah bang, saya tidak tahu di mana mereka.

Pratu Resbin tidak bersedia Saat awak media mencoba melakukan wawancara mengenai sidang yang dia jalani.

(Red)

Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru