SUMUT

NASIONAL

Usai 10 OTG Reaktif, Forkopimda Batu Bara Kembali Lakukan Rapid Tes di 12 Kecamatan

Jumat, 22 Mei 2020 | 18.46 WIB
Kali Dibaca |

Bupati Batu Bara Zahir (tengah), Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis (kiri) dan Pabung Kodim 0208 Asahan Mayor Panjaitan memberi penjelasan ditengah  pengambilan sampel rapid test, Jumat (22/5/2020).

Batu Bara, metrokampung.com
Berdasarkan rapid test di Kabupaten Batu Bara beberapa hari sebelumnya terhadap ASN dan masyarakat yang beresiko tinggi sehingga ditemukannya 10 warga dan ASN yang reaktif corona, Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Pemkab Batu Bara melakukan pengambilan sampel melalui rapid test, Jumat (22/5/2020).

Pengambilan rapid test dilakukan terhadap pengunjung dan pedagang di 13 lokasi pasar tradisionil di 12 kecamatan se Kabupaten Batu Bara untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.

"Tindakan cepat ini kita lakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19. Untuk 10 warga yang hasil rapid test menunjukkan reaktif hasilnya sudah kita kirim ke Medan untuk diuji Swab," kata Ketua Satgas Covid-19 Batubara Zahir didampingi Kapolres AKBP Ikhwan Lubis dan Dandim 0208/AS disela-sela pelaksanaan rapid tes dan penyemprotan disinfektan secara massal di 12 kecamatan yang melibatkan tim gabungan Brimob Polda Sumut.

Dalam pencegahan Covid-19, Zahir mengatakan pemerintah harus "cerewet dan usil" kepada masyarakat, apalagi yang dilawan wabah yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

"Oleh karena itu masyarakat harus paham, apa yang dilakukan pemerintah, Polri dan TNI semata-mata demi kebaikan masyarakat. Tolong ikuti imbauan pemerintah, sayangi diri, keluarga dan tetangga kita dari Covid-19," imbau Zahir.

Hal itu juga dipertegas juru bicara Satgas Covid-19 Batubara dr Wahid Khusyairi, mneyusul ditemukannya 10 warga dan ASN reaktif corona. Pemerintah daerah melakukan rapid test di 13 pasar tradisionil yakni; pasar Tanjung Tiram, Limapuluh, Delima Indrapura, Kebun Kopi, Parepare, Lalang, Pasar Ikan Kuba Panjang, Pekan Jumat Desa Aras, Pekan Minggu Sei Bejangkar, Pekan Jumat Desa Bulanbulan, Pekan Ujung Kubu, Pasar Pagurawan dan Pasar Simpang Dolok.

"Kita lakukan scrining sedini mungkin untuk mengetahui lebih detail dengan melakukan rapid test mulai dari pedagang, pengunjung, ojek pangkalan dan orang-orang yang memiliki resiko tinggi," kata dr Wahid.

Masing-masing lokasi pemerintah daerah menyiapkan 60 alat rapid test, namun untuk pasar Tanjung Tiram, Lima Puluh dan Pasar Delima Indrapura masing-masing disiapkan 100 unit rapid test.

Berdasarkan hasil rapid test yang digelar terhadap ASN jajaran Pemkab Batu Bara baru-baru ini menemukan 10 OTG (Orang Tanpa Gejala) menunjukkan hasi reaktif.

Terhadap mereka telah dilakukan di isolasi mandiri menunggu hasil Swab yang baru diketahui seminggu hingga 10 hari kedepan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara dr Wahid Khusyairi menjelaskan hal itu kepada wartawan, Kamis (21/5/2020) malam, menanggapi desas desus 10 orang di Kabupaten Batu Bara positif Corona virus.

Dikatakan Wahid, bahwa 10 sempel tersebut adalah OTG yang reaktif secara rapid test pada pemeriksaan Rabu (20/5/2020). Sampel air liur telah diambil dan dikirim ke Rumah Sakit USU untuk diteruskan ke Jakarta.

“Menunggu hasil Swab keluar dari Sampel yang dikirim sekitar seminggu hingga 10 hari kedepannya yang mana sebelumnya dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif,” ungkap Wahid.

Masih menurut Wahid, meski pada pemeriksaan rapit tes kesepuluh orang tersebut reaktif belum tentu positif Covid-19.

"Mereka belum tentu positif Covid-19 karena rapit tes hanya menyatakan positif virus namun belum diketahui jenis virusnya. Karena itu terhadap mereka sudah dilakukan test Swab," terang Wahid.

Terkait  temuan tersebut, Wahid yang juga Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Batu Bara minta masyarakat Batu Bara tetap tenang dan ikuti anjuran pemerintah.

"Tetap tenang, tinggal di rumah dan ikuti anjuran pemerintah serta jangan percaya informasi yang beredar dari orang tak bertanggungjawab", tutup Wahid. (dra/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru