SUMUT

NASIONAL

Disdik Batu Bara Wajibkan, UKG bagi Guru ASN dan Non PNS

Sabtu, 04 Juli 2020 | 19.05 WIB
Kali Dibaca |

Guru sedang mengikuti ujian kompetensi guru di UPTD SMPN 1 Lima Puluh.
Batu Bara, metrokampung.com 
Uji kompetensi guru sangat penting bagi guru ataupun lembaga dalam meningkatkan mutu pendidikan agar tercapainya tujuan pendidikan baik di Kabupaten provinsi maupun nasional.

Demikian penjelasan Bupati Batu Bara, Zahir beberapa waktu lalu. Karenanya, Kadisdik segera menindaklanjuti harapan Bupati Batu Bara salah satunya diawali dengan melakukan uji kompetensi guru yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara.

"Sebagaimana yang disampaikan kawan-kawan awak media bahwa sejak direncanakan sampai dengan kegiatan UKG masih menuai perdebatan di kalangan masyarakat, termasuk para tenaga pendidik sendiri. Mereka mungkin bertanya-tanya, apa manfaat yang diperoleh seorang guru dengan mengikuti program atau uji kompetensi yang dilaksanakan,"terang Kadisdik Ilyas didampingi Sekretaris dan Kabid Disdik di hadapan para awak media di halaman UPTD SMPN 1 Lima Puluh, Sabtu (4/7/2020).

Ilyas Sitorus mengatakan sebagaimana yang disampaikan Bupati, bahwa bagi Tenaga Pendidik/Guru yang belum memiliki S1/D-IV diberi kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya hingga akhir Desember 2020. Karena hal ini telah diinformasikan sejak 2016 yang lalu melalui Disdik Kabupaten Batu Bara. Disamping itu juga Ilyas menyampaikan kepada awak media bahwa uji kompetensi memiliki banyak manfaat bagi para guru.

"Semua profesi harus jelas kompetensinya. Apalagi sekarang bukan hanya guru, wartawan juga di uji kompetensinya," ujar mantan Karo Humas Keprotokolan Setdaprovsu ini.

Uji kompetensi, katanya, merupakan langkah awal bagi para guru untuk menuju sertifikasi. Disamping itu juga  sekaligus ingin mendata dan merapikan administrasi tenaga pendidikan kita khususnya Guru non ASN.

"Setelah ini akan ada keputusan Bupati Batu Bara tentang Tenaga Pendidik/Guru Honor/Guru Non ASN di Batu Bara, "tegasnya.

Masih menurut Ilyas, pengeluaran pemerintah yang demikian besar baik melalui APBN maupun APBD tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan.

Ncekli nama lain Ilyas Sitorus menjelaskan manfaat Uji Kompetensi Guru selain bermanfaat bagi para tenaga pendidik, Uji Kompetensi juga dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan untuk perencanaan kegiatan peningkatan kemampuan guru-guru kita atau lembaga lainnya.

Sebagai seorang pendidik profesional, ujar ilyas, guru memiliki peran utama dalam memberi pendidikan, mengajar, memberikan bimbingan, menilai, mengarahkan, melatih serta mengevaluasi peserta didik baik itu pada pendidikan anak usia dini dengan jalur formal, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

"Sehingga mereka dapat melakukan perbaikan atau meningkatkan model pembelajaran yang tidak hanya tersurat namun tersirat juga" ujar pria yang akrab dengan awak media sejak bertugas di Provinsi maupun di Batu Bara.

Untuk menjadi seorang guru, lanjutnya, tidak boleh sembarangan karena seorang guru kini diwajibkan memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana ( S-1 ) atau Diploma IV ( D-IV ) tentunya dengan jurusan yang sejalan.

"Selain itu juga untuk menjadi seorang guru dibutuhkan banyak hal bagi sorang pendidik, sehat jasmani serta rohani dan juga memiliki kemampuan dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional melalui kelas yang di binanya," tegas ilyas.

Lanjut ilyas bahwa Uji Kompetensi Guru (UKG) sendiri memiliki kedudukan sebagai sarana kualifikasi untuk guru sebagai tenaga profesional.

Berdasarkan Undang-undang No 14 Tahun 2005 mengenai guru dan dosen. Definisi profesional sendiri adalah  sebuah pekerjaan ataupun kegiatan yang dilakukan seseorang serta menjadi sumber penghasilan kehidupannya yang memerlukan keahlian, kemahiran serta kecakapan untuk memenuhi standar mutu dan norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

"UKG wajib diikuti semua guru dalam jabatan baik guru PNS maupun bukan PNS," papar Ilyas.
 Peserta UKG berjumlah 1.226 orang dari jenjang UPTD Negeri TK, SD dan SMP se Kabupaten Batubara dengan menggunakan 61 ruang uji di tiga lokasi yaitu SMPN 1 Air Putih, SMPN 1 Lima Puluh dan SMPN 3 Air Putih dan bekerja sama dengan Lembaga Spikologi Pendidikan Fhilantropi Pendidikan Pendidikan Fhilantropi (LP-FPPF ) Medan dibantu dengan melibatkan pejabat di lingkungan Disdik Batu Bara termasuk pengawas Dikdas sekolah tempat penyelenggara ujian.

Jadilah guru yang hebat dan teladan. Guru hebat ditandai dengan minimal 5 indikator: Kualitas diri, integritas moral, kedalaman ilmu, keterampilan (terutama mendayagunakan metode dan media, dan komitmen (adanya panggilan jiwa dan penuh tanggung jawab).

"Profesi guru itu sangat mulia dan menentukan masa depan bangsa, bahkan turut mempengaruhi seseorang kelak masuk surga atau neraka, "ujar mahasiswa Program Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Unimed ini.(rudi/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru