Pengikut

SUMUT

NASIONAL


Dinas Pendidikan Pakpak Bharat Terkesan 'Asal' Dalam Perencanaan Pembangunan Sekolah Bersumber Dari Dana DAK 2021

Kamis, 14 Oktober 2021 | 00.53 WIB
Kali Dibaca |


Pakpak Bharat, metrokampung.com
Ada yang nyentrik di Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara, saat kunjungan lapangan dan mengambil beberapa sampel dlm realisasi pembangunan gedung sekolah TA 2021 yg menyebar di beberapa titik ditemukan kejanggalan (hal unik) di SD NEGERI BULUHTELLANG karena di sekolah yg sama terdapat 4 papan proyek yg berbeda dan pelaksana pekerjaan yg berbeda padahal masih di sekolah yang sama dan tahun anggaran yang sama.

Pembangunan ini terkesan unik karena bertumpuk pada satu titik dan terkesan hanya karena upaya untuk menyerap dana DAK saja.

Seyogianya, banyak hal yang masih perlu di perhatikan dari pembangunan, bukan hanya tertumpuk kepada satu titik saja agar lebih gampang, tetapi idealnya dibuat menyebar termasuk di wilayah terpencil yang menjadi perhatian lebih.

Dengan menulis essay ini,  Tim Metrokampung.com mencoba Untuk menelusuri pemerataan pembangunan yang ada dikabupaten Pakpak bharat,tim mencoba untuk  berdiskusi dengan Tokoh politik Muda sekaligus Anggota Legislatif kabupaten Pakpak bharat Adestin Berutu dari Fraksi Demokrat, beliau tergelitik mendengar pembangunan sekolah  didesa buluh telang kabupaten pakpak bharat, memang tidak menyalahi tetapi janggal saja, ungkapnya menimpali kelihatan sekali PPK Dinas pendidikan beserta team nya tidak matang dan tidak detail Dalam perencanaan?

Pembangunan merupakan upaya yang di lakukan dan di usahakan untuk membangun perubahan, atau sesuatu yang di kerjakan untuk mewujudkan perubahan yang memiliki tujuan utama, yaitu untuk menaiki dan mengupgrade standar fasilitas  dan kualitas pendukung pendidikan.

Pembangunan merupakan hal yang perlu di perhatikan, memang banyak hal yang sudah cukup baik, tetapi dengan upaya yang lebih dan kerja yang lebih berkualitas, Suatu Daerah itu akan menjadi Daerah yang lebih baik, dengan masyarakat yang lebih makmur dan rakyat yang lebih sejahtera,Bukan Hanya menjadi pelampiasan program dan seolah sebuah prestasi yang  menguntungkan diri.


Melalui pesan whatsapp Sin adestin memberikan tanggapannya
Dibalik tumpang tindihnya pekerjaan DAK di satu sekolah terdapat sampai 4 jenis pekerjaan, diduga memang pihak dinas pendidikan tidak mengindahkan skala/kriteria prioritas dalam perencanaan pembangunan infrastruktur pendidikan dan indikasinya pekerjaan tsbt lebih berorientasi proyek dan kurang mengedepankan pembangunan sumber daya dan fasilitas pendukung diluar pembangunan fisik.

"Yang kedua, kelihatan sekali perencanaanya tidak matang, kurang akurat dan tidak memenuhi aspek aspek esensi termasuk sisi arsitektural dan kenyamanan penggunaan bangunan tersebut, kita melihat bangunan yg dibangun sekarang lebih kepada tumpukan gedung yg dipaksa dibangun hanya Karena adanya curahan dana DAK, tidak bersusun, tidak rapi, dan tidak memenuhi syarat fungsi fungsi," jelasnya.

"Kami Berharap kepada Bupati,Tolong ditinjau itu PPK dinaS pendidikan,Gak layak itu, Kami jelas curiga apa orientasi dia itu,masih banyak sekolah dikecamatan lain yang sangat butuh sentuhan..bahkan sangat....sedih saya melihat seperti ini,"  pungkasnya dengan nada kesal.

"Coba bayangkan, jika tamu pemerintah datang ke lokasi sekolah tersebut, bagaimana reaksi mereka, "tak elok".

Hingga berita ini dimuat dimedia selaku Pejabat pembuat komitmen ( PPK) Dinas pendidikan kabupaten Pakpak bharat Kardo Sinurat belum dapat dikonfirmasi,beberapa kali Tim media metrokampung.com Berkunjung kedinas pendidikan PPK tersebut tidak pernah berada dikantor atau kerap beralasan  berada dilapangan, Bahkan informasi yang berhasil kami Himpun Beliau jarang berada dikantor saat jam kerja Entah itu kesannya menghindar Dari awak media atau Tidak,tim akan tetap berupaya meminta keterangannya lebih lanjut.(vik/mk)
Sebarkan:

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru