Kepala SMK Negeri 1 Sei Rampah Diduga 'Menghilang', Transparansi Dana BOS Dipertanyakan

Editor: metrokampung.com

Serdang Bedagai, metrokampung.com
Pada saat wartawan melakukan kunjungan ke SMK Negeri 1 Sei Rampah yang beralamat di Jalan Mesjid jamii Dsn V Pematang Ganjang  Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, ditemukan sejumlah kejanggalan yang memicu tanda tanya besar terhadap tata kelola sekolah tersebut, Kamis,16 April 2026.

Kepala SMK Negeri 1 Sei Rampah, Rizal, bersama wakil kepala sekolah dan bendahara tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi. Ironisnya, menurut keterangan satpam, ketiganya keluar tanpa diketahui tujuan maupun waktu kembali. Kondisi ini menimbulkan kesan kurangnya tanggung jawab terhadap pelayanan publik, khususnya terhadap keterbukaan informasi.

Wartawan yang datang untuk melakukan konfirmasi akhirnya hanya dapat bertemu dengan pihak tata usaha, Siti. Dalam keterangannya, Siti menyebutkan jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 821 orang, dengan pungutan SPP sebesar Rp58.500 per bulan. Namun saat ditanya terkait jumlah tenaga honor secara keseluruhan, ia mengaku tidak mengetahui.

Lebih memprihatinkan lagi, tidak ditemukan papan informasi penggunaan anggaran Dana BOS Tahun 2025/2026 yang seharusnya dipasang secara terbuka sebagai bentuk transparansi kepada publik. Hal ini jelas bertentangan dengan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.

Tidak hanya itu, kondisi fisik sekolah pun menuai sorotan. Dari hasil pantauan di lapangan, lingkungan sekolah terlihat kurang terawat. Pintu gerbang sekolah tampak memprihatinkan, sementara kebersihan lingkungan, khususnya lapangan sekolah, dinilai jauh dari kata layak sebagai sarana pendidikan.

Situasi ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta pengelolaan internal di SMK Negeri 1 Sei Rampah.

Atas temuan tersebut, diminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta Inspektorat Provinsi Sumatera Utara untuk segera turun tangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta memanggil Kepala Sekolah beserta pihak terkait guna dilakukan evaluasi dan penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.


Transparansi dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan tanpa kompromi.


Romson Nainggolan, Amd
Share:
Komentar


Berita Terkini