![]() |
| Ricky Anthony, Wakil Ketua DPRD Sumut |
Langkat, Metrokampung.com
Kritik dari NasDem yang disampaikan Ricky Anthony terkait sikap Gubernur Sumut Bobby Nasution, viral di media sosial (medsos). Politisi muda yang akrab disapa RA ini, hanya menyampaikan pandangan parpolnya terkait sikap Bobby yang walk out saat sidang paripurna berlangsung, Selasa (21/7/2026) kemarin.
Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar membenarkan pernyataan RA tersebut. Dia menyebutkan, kritikan itu memang merupakan sikap resmi dari NasDem Sumut yang ditujukan kepada Bobby Nasution.
"Pernyataan Wakil Ketua DPRD Ricky Anthony merupakan sikap resmi Partai NasDem Sumatera Utara. Kita juga menyayangkan sikap walk out saat paripurna. Karena, ini tidak menghargai legislatif. Padahal, legislatif dan eksekutif merupakan lembaga yang setara," tutur Iskandar, Rabu (29/7/2026) sore di Medan.
Sebelumnya, tindakan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution meninggalkan ruang (walk out) Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (21/7/2206) kemarin, kini manjadi sorotan publik. Sikap Bobby ini, terkesan emosional dan arogan, sehingga sangat disayangkan berbagai eleman masyarakat.
Terkait persoalan tersebut, awak media kemudian meminta tanggapan Pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony.
Nah, Politisi dari Partai NasDem yang akrab disapa RA ini sangat menyayangkan hal itu.
"Bagi NasDem tidak ada kata lain yang bisa menggambarkan hal ini selain ‘arogan’. NasDem minta sikap seperti ini dihentikan. Ini merupakan sikap NasDem. Jika fraksi lain memilih diam atau perbandangan lain, tentu kita hormati,” tutur RA, Senin (27/7/2026) pagi.
Berbagai elemen masyarakat sangat menyayangkan sikap Bobby yang walkout ‘tanpa pamit’. Meski, pada momen tersebut sidang paripurna masih berlangsung di DPRD Sumut.
Saat itu, mekanisme paripurna berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Hanya tinggal memasuki sesi terakhir, yaitu penandatanganan keputusan bersama. Namun ada salah satu anggota dewan yang mempertanyakan kuorum, sesaat sebelum Ketua DPRD Sumut mengambil keputusan.
Tentunya, dalam hal ini semua pihak diberi hak untuk bicara dan tinggal menunggu semua hal yang ditanyakan anggota dijawab oleh pimpinan dewan. Namun alih-alih bersabar, Bobby malah keluar ruangan yang kemudian diikuti oleh semua OPD atas perintahnya.
Semestinya, tak ada alasan bagi gubernur untuk ‘ngambek’ dan meninggalkan ruangan. Ya, karena interupsi tersebut dari anggota ke pimpinan dewan. Sama sekali tidak ada menyinggung gubernur.
Sikap Bobby walk out saat sudah memasuki akhir tahapan, justru membuat paripurna tidak bisa dilanjutkan. Ya, karena semestinya gubernur tatap berada di sana untuk melakukan penandatanganan bersama. (BD)
